MENYERAMKAN !!!! itulah sebuah momok yang hadir ketika anak-anak akan memulai belajar matematika, ha ha ha.... siapa sih yang menanamkan momok itu pada anak-anak. seharusnya momok itu belajar matematika menyenangkan itu bisa di tanamkan sejak masih kecil sehingga ketika anak beranjak benar-benar bergelut dengan rumus matematika tidak ada lagi momok menyeramkan, oke sekarang simak baik-baik ya tips-tips berikut untuk bisa belajar matematika secara menyenangkan gitu loh.
Minggu, 09 Februari 2014
Sabtu, 08 Februari 2014
TOKOH MATEMATIKA DARI PENJURU DUNIA
1. Rene Deskartes (prancis 1596-1650 M)

Dalam karyanya La geometrie,Descartes memperlihatkan bahwa sepasang garis lirus yang berpotongan dapat digunakan untuk memperlihatkan posii titik pada sebuah bidang.untuk menghormatinya,konsep tersebut dinamakan sistem koordinat cartesius.dengan sistem ini,muncullah cabang matematika baru,yaitu geometri analitik.
2. Leonhard Euler (swiss 1707-1783 M)
Euler adalah salah satu ahli matematika terkemuka sepanjang masa.Geometri dan kalkualus mencatat banyak sekali pemikirannya,tapi yang paling utam Euler telah menyelidiki suatu bidang baru yang dinamakan topologiLATIHAN SOAL EKSPONEN DAN LOGARITMA
Dengan merasionalkan penyebut, bentuk sederhana dari
adalah …
=
x
A. 2
– 3
B. 3
– 3
C. 3
– 2
D. 4
– 2
E. 4
+ 2
PEMBAHASAN :
= 
= 2
– 3
JAWABAN : A
Eksponen dan Logaritma
Eksponen dan Logaritma
Eksponen
Eksponen adalah bilangan berpangkat.
Bentuk umumfungsi eksponen adalah dengan a ≥ 0 dan a≠1
Persamaan Eksponen
Persamaan eksponen adalah persamaan yang eksponennya
memuat variabel.Atau persamaan dimana bilangan pokok
atau eksponennya memuat variabel x. Untuk menyelesaikan
persamaan eksponen, harus menggunakan sifat-sifat
eksponen. Intinya, soal persamaan eksponen bisa kita kerjakan
apabila kita mengetahui sifat-sifat eksponen.
memuat variabel.Atau persamaan dimana bilangan pokok
atau eksponennya memuat variabel x. Untuk menyelesaikan
persamaan eksponen, harus menggunakan sifat-sifat
eksponen. Intinya, soal persamaan eksponen bisa kita kerjakan
apabila kita mengetahui sifat-sifat eksponen.
Teorema Pythagoras
Teorema Pythagoras
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Dalam matematika, teorema Pythagoras
adalah suatu keterkaitan dalam geometri
Euklides antara tiga sisi sebuah segitiga
siku-siku. Teorema ini dinamakan menurut
adalah suatu keterkaitan dalam geometri
Euklides antara tiga sisi sebuah segitiga
siku-siku. Teorema ini dinamakan menurut
nama filsuf dan matematikawan Yunani
abad ke-6 SM, Pythagoras. Pythagoras sering
dianggap sebagai penemu teorema ini
meskipun sebenarnya fakta-fakta teorema ini
abad ke-6 SM, Pythagoras. Pythagoras sering
dianggap sebagai penemu teorema ini
meskipun sebenarnya fakta-fakta teorema ini
sudah diketahui oleh matematikawan India
(dalam Sulbasutra Baudhayana dan Katyayana)
(dalam Sulbasutra Baudhayana dan Katyayana)
Yunani,Tionghoa dan Babilonia jauh sebelum
Pythagoras lahir. Pythagoras mendapat kredit karena ialah yang pertama membuktikan
kebenaran universal dari teorema ini melalui pembuktian matematis.
Pythagoras lahir. Pythagoras mendapat kredit karena ialah yang pertama membuktikan
kebenaran universal dari teorema ini melalui pembuktian matematis.
Ada dua bukti kontemporer yang bisa dianggap sebagai catatan tertua mengenai teorema
Pythagoras:
satu dapat ditemukan dalam Chou Pei Suan Ching (sekitar 500-200 SM), satunya lagi dalam
buku Elemen Euklides.
Pythagoras
Pythagoras
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
seorang matematikawan dan filsuf Yunani yang paling dikenal
melalui teoremanya.
Dikenal sebagai "Bapak Bilangan", dia memberikan sumbangan
yang penting terhadap filsafat dan ajaran keagamaan pada akhir
abad ke-6 SM.Kehidupan dan ajarannya tidak begitu jelas akibat
banyaknya legendadan kisah-kisah buatan mengenai dirinya.
yang penting terhadap filsafat dan ajaran keagamaan pada akhir
abad ke-6 SM.Kehidupan dan ajarannya tidak begitu jelas akibat
banyaknya legendadan kisah-kisah buatan mengenai dirinya.
Salah satu peninggalan Pythagoras yang terkenal adalah teorema
Pythagoras yang menyatakan bahwa kuadrat hipotenusa dari suatu segitiga siku-siku
adalah sama dengan jumlah kuadrat dari kaki-kakinya (sisi-sisi siku-sikunya)
Walaupun fakta di dalam teorema ini telah banyak diketahui sebelum lahirnya Pythagoras, namun
teorema ini dikreditkan kepada Pythagoras karena ia yang pertama kali membuktikan pengamatan
ini secara matematis.
Pythagoras yang menyatakan bahwa kuadrat hipotenusa dari suatu segitiga siku-siku
adalah sama dengan jumlah kuadrat dari kaki-kakinya (sisi-sisi siku-sikunya)
Walaupun fakta di dalam teorema ini telah banyak diketahui sebelum lahirnya Pythagoras, namun
teorema ini dikreditkan kepada Pythagoras karena ia yang pertama kali membuktikan pengamatan
ini secara matematis.
Pythagoras dan murid-muridnya percaya bahwa segala sesuatu di dunia ini berhubungan dengan
matematika, dan merasa bahwa segalanya dapat diprediksikan dan diukur dalam siklus beritme.
Ia percaya keindahan matematika disebabkan segala fenomena alam dapat dinyatakan dalam
bilangan-bilangan atau perbandingan bilangan. Terdapat legenda yang menyatakan bahwa ketika
muridnya Hippasus menemukan bahwa
, hipotenusa dari segitiga siku-siku sama kaki dengan
sisi siku-siku masing-masing 1, adalah bilangan irasional, murid-murid Pythagoras lainnya
memutuskan untuk membunuhnya karena tidak dapat membantah bukti yang diajukan Hippasus.
matematika, dan merasa bahwa segalanya dapat diprediksikan dan diukur dalam siklus beritme.
Ia percaya keindahan matematika disebabkan segala fenomena alam dapat dinyatakan dalam
bilangan-bilangan atau perbandingan bilangan. Terdapat legenda yang menyatakan bahwa ketika
muridnya Hippasus menemukan bahwa
sisi siku-siku masing-masing 1, adalah bilangan irasional, murid-murid Pythagoras lainnya
memutuskan untuk membunuhnya karena tidak dapat membantah bukti yang diajukan Hippasus.
Kamis, 06 Februari 2014
Mengenal Matematika
Matematika adalah salah satu ilmu yang
sangat mengerikan bagi sebahagian orang
yang pernah mengecap jenjang pendidi-
kan di bangku sekolah, mengapa tidak
semenjak awal kita belajar kita telah
disuguhkan angka-angka, kode-kode,
berbagai macam symbol dan berbagai
macam bentuk cara atau metode penye-
lesaian yang terasa sangat rumit, selain
itu guru matematika sering juga diberi
julukan guru “Killer”, hal ini karena
sebagian guru matematika bersifat tegas,
bertampang sangar dan guratan-guratan
serta garis wajahnya kalau di lihat
pakai kaca pembesar berbentuk akar
pangkat atau rumus phytagoras, hehehe,,,!
(Mohon Maaf Pak, Buk becanda).
Namun sedemikian menakutkan kah Matematika itu? “Tak Kenal Maka Tak Sayang,
Tak Sayang Maka Tak Cinta”, mungkin ungkapan ini cocok diterapkan dalam
masalah ini, jika kita mengenal apa itu matematika dan apa kegunaan sebenarnya
maka fikiran yang menghantui kita selama ini akan hilang dan kita tidak akan negative
lagi soal matematika tersebut.
Tak Sayang Maka Tak Cinta”, mungkin ungkapan ini cocok diterapkan dalam
masalah ini, jika kita mengenal apa itu matematika dan apa kegunaan sebenarnya
maka fikiran yang menghantui kita selama ini akan hilang dan kita tidak akan negative
lagi soal matematika tersebut.
Untuk mengetahui hal tersebut marilah kita simak penjelasan berikut ini.
Langganan:
Postingan (Atom)
Minggu, 09 Februari 2014
Membuat Matematika Menyenangkan
MENYERAMKAN !!!! itulah sebuah momok yang hadir ketika anak-anak akan memulai belajar matematika, ha ha ha.... siapa sih yang menanamkan momok itu pada anak-anak. seharusnya momok itu belajar matematika menyenangkan itu bisa di tanamkan sejak masih kecil sehingga ketika anak beranjak benar-benar bergelut dengan rumus matematika tidak ada lagi momok menyeramkan, oke sekarang simak baik-baik ya tips-tips berikut untuk bisa belajar matematika secara menyenangkan gitu loh.
Sabtu, 08 Februari 2014
TOKOH MATEMATIKA DARI PENJURU DUNIA
1. Rene Deskartes (prancis 1596-1650 M)

Dalam karyanya La geometrie,Descartes memperlihatkan bahwa sepasang garis lirus yang berpotongan dapat digunakan untuk memperlihatkan posii titik pada sebuah bidang.untuk menghormatinya,konsep tersebut dinamakan sistem koordinat cartesius.dengan sistem ini,muncullah cabang matematika baru,yaitu geometri analitik.
2. Leonhard Euler (swiss 1707-1783 M)
Euler adalah salah satu ahli matematika terkemuka sepanjang masa.Geometri dan kalkualus mencatat banyak sekali pemikirannya,tapi yang paling utam Euler telah menyelidiki suatu bidang baru yang dinamakan topologiLATIHAN SOAL EKSPONEN DAN LOGARITMA
Dengan merasionalkan penyebut, bentuk sederhana dari
adalah …
=
x
A. 2
– 3
B. 3
– 3
C. 3
– 2
D. 4
– 2
E. 4
+ 2
PEMBAHASAN :
= 
= 2
– 3
JAWABAN : A
Eksponen dan Logaritma
Eksponen dan Logaritma
Eksponen
Eksponen adalah bilangan berpangkat.
Bentuk umumfungsi eksponen adalah dengan a ≥ 0 dan a≠1
Persamaan Eksponen
Persamaan eksponen adalah persamaan yang eksponennya
memuat variabel.Atau persamaan dimana bilangan pokok
atau eksponennya memuat variabel x. Untuk menyelesaikan
persamaan eksponen, harus menggunakan sifat-sifat
eksponen. Intinya, soal persamaan eksponen bisa kita kerjakan
apabila kita mengetahui sifat-sifat eksponen.
memuat variabel.Atau persamaan dimana bilangan pokok
atau eksponennya memuat variabel x. Untuk menyelesaikan
persamaan eksponen, harus menggunakan sifat-sifat
eksponen. Intinya, soal persamaan eksponen bisa kita kerjakan
apabila kita mengetahui sifat-sifat eksponen.
Teorema Pythagoras
Teorema Pythagoras
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Dalam matematika, teorema Pythagoras
adalah suatu keterkaitan dalam geometri
Euklides antara tiga sisi sebuah segitiga
siku-siku. Teorema ini dinamakan menurut
adalah suatu keterkaitan dalam geometri
Euklides antara tiga sisi sebuah segitiga
siku-siku. Teorema ini dinamakan menurut
nama filsuf dan matematikawan Yunani
abad ke-6 SM, Pythagoras. Pythagoras sering
dianggap sebagai penemu teorema ini
meskipun sebenarnya fakta-fakta teorema ini
abad ke-6 SM, Pythagoras. Pythagoras sering
dianggap sebagai penemu teorema ini
meskipun sebenarnya fakta-fakta teorema ini
sudah diketahui oleh matematikawan India
(dalam Sulbasutra Baudhayana dan Katyayana)
(dalam Sulbasutra Baudhayana dan Katyayana)
Yunani,Tionghoa dan Babilonia jauh sebelum
Pythagoras lahir. Pythagoras mendapat kredit karena ialah yang pertama membuktikan
kebenaran universal dari teorema ini melalui pembuktian matematis.
Pythagoras lahir. Pythagoras mendapat kredit karena ialah yang pertama membuktikan
kebenaran universal dari teorema ini melalui pembuktian matematis.
Ada dua bukti kontemporer yang bisa dianggap sebagai catatan tertua mengenai teorema
Pythagoras:
satu dapat ditemukan dalam Chou Pei Suan Ching (sekitar 500-200 SM), satunya lagi dalam
buku Elemen Euklides.
Pythagoras
Pythagoras
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
seorang matematikawan dan filsuf Yunani yang paling dikenal
melalui teoremanya.
Dikenal sebagai "Bapak Bilangan", dia memberikan sumbangan
yang penting terhadap filsafat dan ajaran keagamaan pada akhir
abad ke-6 SM.Kehidupan dan ajarannya tidak begitu jelas akibat
banyaknya legendadan kisah-kisah buatan mengenai dirinya.
yang penting terhadap filsafat dan ajaran keagamaan pada akhir
abad ke-6 SM.Kehidupan dan ajarannya tidak begitu jelas akibat
banyaknya legendadan kisah-kisah buatan mengenai dirinya.
Salah satu peninggalan Pythagoras yang terkenal adalah teorema
Pythagoras yang menyatakan bahwa kuadrat hipotenusa dari suatu segitiga siku-siku
adalah sama dengan jumlah kuadrat dari kaki-kakinya (sisi-sisi siku-sikunya)
Walaupun fakta di dalam teorema ini telah banyak diketahui sebelum lahirnya Pythagoras, namun
teorema ini dikreditkan kepada Pythagoras karena ia yang pertama kali membuktikan pengamatan
ini secara matematis.
Pythagoras yang menyatakan bahwa kuadrat hipotenusa dari suatu segitiga siku-siku
adalah sama dengan jumlah kuadrat dari kaki-kakinya (sisi-sisi siku-sikunya)
Walaupun fakta di dalam teorema ini telah banyak diketahui sebelum lahirnya Pythagoras, namun
teorema ini dikreditkan kepada Pythagoras karena ia yang pertama kali membuktikan pengamatan
ini secara matematis.
Pythagoras dan murid-muridnya percaya bahwa segala sesuatu di dunia ini berhubungan dengan
matematika, dan merasa bahwa segalanya dapat diprediksikan dan diukur dalam siklus beritme.
Ia percaya keindahan matematika disebabkan segala fenomena alam dapat dinyatakan dalam
bilangan-bilangan atau perbandingan bilangan. Terdapat legenda yang menyatakan bahwa ketika
muridnya Hippasus menemukan bahwa
, hipotenusa dari segitiga siku-siku sama kaki dengan
sisi siku-siku masing-masing 1, adalah bilangan irasional, murid-murid Pythagoras lainnya
memutuskan untuk membunuhnya karena tidak dapat membantah bukti yang diajukan Hippasus.
matematika, dan merasa bahwa segalanya dapat diprediksikan dan diukur dalam siklus beritme.
Ia percaya keindahan matematika disebabkan segala fenomena alam dapat dinyatakan dalam
bilangan-bilangan atau perbandingan bilangan. Terdapat legenda yang menyatakan bahwa ketika
muridnya Hippasus menemukan bahwa
sisi siku-siku masing-masing 1, adalah bilangan irasional, murid-murid Pythagoras lainnya
memutuskan untuk membunuhnya karena tidak dapat membantah bukti yang diajukan Hippasus.
Kamis, 06 Februari 2014
Mengenal Matematika
Matematika adalah salah satu ilmu yang
sangat mengerikan bagi sebahagian orang
yang pernah mengecap jenjang pendidi-
kan di bangku sekolah, mengapa tidak
semenjak awal kita belajar kita telah
disuguhkan angka-angka, kode-kode,
berbagai macam symbol dan berbagai
macam bentuk cara atau metode penye-
lesaian yang terasa sangat rumit, selain
itu guru matematika sering juga diberi
julukan guru “Killer”, hal ini karena
sebagian guru matematika bersifat tegas,
bertampang sangar dan guratan-guratan
serta garis wajahnya kalau di lihat
pakai kaca pembesar berbentuk akar
pangkat atau rumus phytagoras, hehehe,,,!
(Mohon Maaf Pak, Buk becanda).
Namun sedemikian menakutkan kah Matematika itu? “Tak Kenal Maka Tak Sayang,
Tak Sayang Maka Tak Cinta”, mungkin ungkapan ini cocok diterapkan dalam
masalah ini, jika kita mengenal apa itu matematika dan apa kegunaan sebenarnya
maka fikiran yang menghantui kita selama ini akan hilang dan kita tidak akan negative
lagi soal matematika tersebut.
Tak Sayang Maka Tak Cinta”, mungkin ungkapan ini cocok diterapkan dalam
masalah ini, jika kita mengenal apa itu matematika dan apa kegunaan sebenarnya
maka fikiran yang menghantui kita selama ini akan hilang dan kita tidak akan negative
lagi soal matematika tersebut.
Untuk mengetahui hal tersebut marilah kita simak penjelasan berikut ini.
Langganan:
Postingan (Atom)

