Minggu, 09 Februari 2014

Membuat Matematika Menyenangkan

Diposting oleh Unknown di 05.41 0 komentar
MENYERAMKAN !!!! itulah sebuah momok yang hadir ketika anak-anak akan memulai belajar ‎matematika, ha ha ha.... siapa sih yang menanamkan momok itu pada anak-anak. seharusnya momok itu ‎belajar matematika menyenangkan itu bisa di tanamkan sejak masih kecil sehingga ketika anak beranjak ‎benar-benar bergelut dengan rumus matematika tidak ada lagi momok menyeramkan, oke sekarang ‎simak baik-baik ya tips-tips berikut untuk bisa belajar matematika secara menyenangkan gitu loh.‎



Sabtu, 08 Februari 2014

TOKOH MATEMATIKA DARI PENJURU DUNIA

Diposting oleh Unknown di 22.10 0 komentar

1. Rene Deskartes (prancis 1596-1650 M)
Dalam karyanya La geometrie,Descartes memperlihatkan bahwa sepasang garis lirus yang berpotongan dapat digunakan untuk memperlihatkan posii titik pada sebuah bidang.untuk menghormatinya,konsep tersebut dinamakan sistem koordinat cartesius.dengan sistem ini,muncullah cabang matematika baru,yaitu geometri analitik.

2. Leonhard Euler (swiss 1707-1783 M)
Euler adalah salah satu ahli matematika terkemuka sepanjang masa.Geometri dan kalkualus mencatat banyak sekali pemikirannya,tapi yang paling utam Euler telah menyelidiki suatu bidang baru yang dinamakan topologi


LATIHAN SOAL EKSPONEN DAN LOGARITMA

Diposting oleh Unknown di 21.54 0 komentar



  • Dengan merasionalkan penyebut, bentuk sederhana dari \frac{\sqrt{3}}{2+\sqrt{3}}  adalah …
    A. 2\sqrt{3} – 3
    B. 3\sqrt{3} – 3
    C. 3\sqrt{3} – 2
    D. 4\sqrt{3} – 2
    E. 4\sqrt{3} + 2
    PEMBAHASAN :
    \frac{\sqrt{3}}{2+\sqrt{3}}  = \frac{\sqrt{3}}{2+\sqrt{3}}  x \frac{2-\sqrt{3}}{2-\sqrt{3}}
    \frac{2\sqrt{3}-3}{4-3}
    = 2\sqrt{3} – 3
    JAWABAN : A

  • Eksponen dan Logaritma

    Diposting oleh Unknown di 17.25 0 komentar




    Eksponen dan Logaritma

    Eksponen
    Eksponen adalah bilangan berpangkat.
    Bentuk umumfungsi eksponen adalah dengan a ≥ 0 dan a≠1

    Persamaan Eksponen
    Persamaan eksponen adalah persamaan yang eksponennya
    memuat variabel.Atau persamaan dimana bilangan pokok
    atau eksponennya memuat variabel x. Untuk menyelesaikan 
    persamaan eksponen, harus menggunakan sifat-sifat
    eksponen. Intinya, soal persamaan eksponen bisa kita kerjakan
    apabila kita mengetahui sifat-sifat eksponen.

    Teorema Pythagoras

    Diposting oleh Unknown di 01.31 0 komentar

    Teorema Pythagoras

    Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas





    Dalam matematika, teorema Pythagoras
    adalah suatu keterkaitan dalam geometri
    Euklides antara tiga sisi sebuah segitiga
    siku-siku. Teorema ini dinamakan menurut
    nama filsuf dan matematikawan Yunani 
    abad ke-6 SMPythagoras. Pythagoras sering 
    dianggap sebagai penemu teorema ini 
    meskipun sebenarnya fakta-fakta teorema ini
    sudah diketahui oleh matematikawan India
    (dalam Sulbasutra Baudhayana dan Katyayana)
    Yunani,Tionghoa dan Babilonia jauh sebelum
    Pythagoras lahir. Pythagoras mendapat kredit karena ialah yang pertama membuktikan
    kebenaran universal dari teorema ini melalui pembuktian matematis.
    Ada dua bukti kontemporer yang bisa dianggap sebagai catatan tertua mengenai teorema
    Pythagoras: 
    satu dapat ditemukan dalam Chou Pei Suan Ching (sekitar 500-200 SM), satunya lagi dalam
    buku Elemen Euklides.





    Pythagoras

    Diposting oleh Unknown di 01.12 0 komentar


    Pythagoras

    Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas


    Pythagoras
    Pythagoras (582 SM – 496 SM, bahasa Yunani: Πυθαγόρας) adalah 
    seorang matematikawan dan filsuf Yunani yang paling dikenal 
    melalui teoremanya.
    Dikenal sebagai "Bapak Bilangan", dia memberikan sumbangan
    yang penting terhadap filsafat dan ajaran keagamaan pada akhir 
    abad ke-6 SM.Kehidupan dan ajarannya tidak begitu jelas akibat
    banyaknya legendadan kisah-kisah buatan mengenai dirinya.

    Salah satu peninggalan Pythagoras yang terkenal adalah teorema 
    Pythagoras yang menyatakan bahwa kuadrat hipotenusa dari suatu segitiga siku-siku 
    adalah sama dengan jumlah kuadrat dari kaki-kakinya (sisi-sisi siku-sikunya)
    Walaupun fakta di dalam teorema ini telah banyak diketahui sebelum lahirnya Pythagoras, namun
    teorema ini dikreditkan kepada Pythagoras karena ia yang pertama kali membuktikan pengamatan
    ini secara matematis.
    Pythagoras dan murid-muridnya percaya bahwa segala sesuatu di dunia ini berhubungan dengan
    matematika, dan merasa bahwa segalanya dapat diprediksikan dan diukur dalam siklus beritme.
    Ia percaya keindahan matematika disebabkan segala fenomena alam dapat dinyatakan dalam 
    bilangan-bilangan atau perbandingan bilangan. Terdapat legenda yang menyatakan bahwa ketika
    muridnya Hippasus menemukan bahwa {\sqrt  {2}}, hipotenusa dari segitiga siku-siku sama kaki dengan
    sisi siku-siku masing-masing 1, adalah bilangan irasional, murid-murid Pythagoras lainnya
    memutuskan untuk membunuhnya karena tidak dapat membantah bukti yang diajukan Hippasus.


    Kamis, 06 Februari 2014

    Mengenal Matematika

    Diposting oleh Unknown di 05.50 2 komentar

    Mengenal Matematika Dan Kegunaannya
    Matematika adalah salah satu ilmu yang
    sangat mengerikan bagi sebahagian orang
    yang pernah mengecap jenjang pendidi-
    kan di bangku sekolah, mengapa tidak
    semenjak awal kita belajar kita telah 
    disuguhkan angka-angka, kode-kode,
    berbagai macam symbol dan berbagai 
    macam bentuk cara atau metode penye-
    lesaian yang terasa sangat rumit, selain
     itu guru matematika sering juga diberi
    julukan guru “Killer”, hal ini karena 
    sebagian guru matematika bersifat tegas,
    bertampang sangar dan guratan-guratan
    serta garis wajahnya kalau di lihat
    pakai kaca pembesar berbentuk akar
    pangkat atau rumus phytagoras, hehehe,,,!
     (Mohon Maaf Pak, Buk becanda).

    Namun sedemikian menakutkan kah Matematika itu? “Tak Kenal Maka Tak Sayang,
    Tak Sayang Maka Tak Cinta”, mungkin ungkapan ini cocok diterapkan dalam
    masalah ini, jika kita mengenal apa itu matematika dan apa kegunaan sebenarnya
    maka fikiran yang menghantui kita selama ini akan hilang dan kita tidak akan negative
    lagi soal matematika tersebut.

    Untuk mengetahui hal tersebut marilah kita simak penjelasan berikut ini.

    Minggu, 09 Februari 2014

    Membuat Matematika Menyenangkan

    MENYERAMKAN !!!! itulah sebuah momok yang hadir ketika anak-anak akan memulai belajar ‎matematika, ha ha ha.... siapa sih yang menanamkan momok itu pada anak-anak. seharusnya momok itu ‎belajar matematika menyenangkan itu bisa di tanamkan sejak masih kecil sehingga ketika anak beranjak ‎benar-benar bergelut dengan rumus matematika tidak ada lagi momok menyeramkan, oke sekarang ‎simak baik-baik ya tips-tips berikut untuk bisa belajar matematika secara menyenangkan gitu loh.‎



    Sabtu, 08 Februari 2014

    TOKOH MATEMATIKA DARI PENJURU DUNIA


    1. Rene Deskartes (prancis 1596-1650 M)
    Dalam karyanya La geometrie,Descartes memperlihatkan bahwa sepasang garis lirus yang berpotongan dapat digunakan untuk memperlihatkan posii titik pada sebuah bidang.untuk menghormatinya,konsep tersebut dinamakan sistem koordinat cartesius.dengan sistem ini,muncullah cabang matematika baru,yaitu geometri analitik.

    2. Leonhard Euler (swiss 1707-1783 M)
    Euler adalah salah satu ahli matematika terkemuka sepanjang masa.Geometri dan kalkualus mencatat banyak sekali pemikirannya,tapi yang paling utam Euler telah menyelidiki suatu bidang baru yang dinamakan topologi


    LATIHAN SOAL EKSPONEN DAN LOGARITMA




  • Dengan merasionalkan penyebut, bentuk sederhana dari \frac{\sqrt{3}}{2+\sqrt{3}}  adalah …
    A. 2\sqrt{3} – 3
    B. 3\sqrt{3} – 3
    C. 3\sqrt{3} – 2
    D. 4\sqrt{3} – 2
    E. 4\sqrt{3} + 2
    PEMBAHASAN :
    \frac{\sqrt{3}}{2+\sqrt{3}}  = \frac{\sqrt{3}}{2+\sqrt{3}}  x \frac{2-\sqrt{3}}{2-\sqrt{3}}
    \frac{2\sqrt{3}-3}{4-3}
    = 2\sqrt{3} – 3
    JAWABAN : A

  • Eksponen dan Logaritma





    Eksponen dan Logaritma

    Eksponen
    Eksponen adalah bilangan berpangkat.
    Bentuk umumfungsi eksponen adalah dengan a ≥ 0 dan a≠1

    Persamaan Eksponen
    Persamaan eksponen adalah persamaan yang eksponennya
    memuat variabel.Atau persamaan dimana bilangan pokok
    atau eksponennya memuat variabel x. Untuk menyelesaikan 
    persamaan eksponen, harus menggunakan sifat-sifat
    eksponen. Intinya, soal persamaan eksponen bisa kita kerjakan
    apabila kita mengetahui sifat-sifat eksponen.

    Teorema Pythagoras


    Teorema Pythagoras

    Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas





    Dalam matematika, teorema Pythagoras
    adalah suatu keterkaitan dalam geometri
    Euklides antara tiga sisi sebuah segitiga
    siku-siku. Teorema ini dinamakan menurut
    nama filsuf dan matematikawan Yunani 
    abad ke-6 SMPythagoras. Pythagoras sering 
    dianggap sebagai penemu teorema ini 
    meskipun sebenarnya fakta-fakta teorema ini
    sudah diketahui oleh matematikawan India
    (dalam Sulbasutra Baudhayana dan Katyayana)
    Yunani,Tionghoa dan Babilonia jauh sebelum
    Pythagoras lahir. Pythagoras mendapat kredit karena ialah yang pertama membuktikan
    kebenaran universal dari teorema ini melalui pembuktian matematis.
    Ada dua bukti kontemporer yang bisa dianggap sebagai catatan tertua mengenai teorema
    Pythagoras: 
    satu dapat ditemukan dalam Chou Pei Suan Ching (sekitar 500-200 SM), satunya lagi dalam
    buku Elemen Euklides.





    Pythagoras



    Pythagoras

    Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas


    Pythagoras
    Pythagoras (582 SM – 496 SM, bahasa Yunani: Πυθαγόρας) adalah 
    seorang matematikawan dan filsuf Yunani yang paling dikenal 
    melalui teoremanya.
    Dikenal sebagai "Bapak Bilangan", dia memberikan sumbangan
    yang penting terhadap filsafat dan ajaran keagamaan pada akhir 
    abad ke-6 SM.Kehidupan dan ajarannya tidak begitu jelas akibat
    banyaknya legendadan kisah-kisah buatan mengenai dirinya.

    Salah satu peninggalan Pythagoras yang terkenal adalah teorema 
    Pythagoras yang menyatakan bahwa kuadrat hipotenusa dari suatu segitiga siku-siku 
    adalah sama dengan jumlah kuadrat dari kaki-kakinya (sisi-sisi siku-sikunya)
    Walaupun fakta di dalam teorema ini telah banyak diketahui sebelum lahirnya Pythagoras, namun
    teorema ini dikreditkan kepada Pythagoras karena ia yang pertama kali membuktikan pengamatan
    ini secara matematis.
    Pythagoras dan murid-muridnya percaya bahwa segala sesuatu di dunia ini berhubungan dengan
    matematika, dan merasa bahwa segalanya dapat diprediksikan dan diukur dalam siklus beritme.
    Ia percaya keindahan matematika disebabkan segala fenomena alam dapat dinyatakan dalam 
    bilangan-bilangan atau perbandingan bilangan. Terdapat legenda yang menyatakan bahwa ketika
    muridnya Hippasus menemukan bahwa {\sqrt  {2}}, hipotenusa dari segitiga siku-siku sama kaki dengan
    sisi siku-siku masing-masing 1, adalah bilangan irasional, murid-murid Pythagoras lainnya
    memutuskan untuk membunuhnya karena tidak dapat membantah bukti yang diajukan Hippasus.


    Kamis, 06 Februari 2014

    Mengenal Matematika


    Mengenal Matematika Dan Kegunaannya
    Matematika adalah salah satu ilmu yang
    sangat mengerikan bagi sebahagian orang
    yang pernah mengecap jenjang pendidi-
    kan di bangku sekolah, mengapa tidak
    semenjak awal kita belajar kita telah 
    disuguhkan angka-angka, kode-kode,
    berbagai macam symbol dan berbagai 
    macam bentuk cara atau metode penye-
    lesaian yang terasa sangat rumit, selain
     itu guru matematika sering juga diberi
    julukan guru “Killer”, hal ini karena 
    sebagian guru matematika bersifat tegas,
    bertampang sangar dan guratan-guratan
    serta garis wajahnya kalau di lihat
    pakai kaca pembesar berbentuk akar
    pangkat atau rumus phytagoras, hehehe,,,!
     (Mohon Maaf Pak, Buk becanda).

    Namun sedemikian menakutkan kah Matematika itu? “Tak Kenal Maka Tak Sayang,
    Tak Sayang Maka Tak Cinta”, mungkin ungkapan ini cocok diterapkan dalam
    masalah ini, jika kita mengenal apa itu matematika dan apa kegunaan sebenarnya
    maka fikiran yang menghantui kita selama ini akan hilang dan kita tidak akan negative
    lagi soal matematika tersebut.

    Untuk mengetahui hal tersebut marilah kita simak penjelasan berikut ini.

     

    High School Notes Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review